Senin, 08 Desember 2014

Created by me

Hilang
Akuuuu?
Pernah terlintas dibenakku untuk tidak menjadi aku. Aku mencoba melawan ketakutanku dengan berlari sejauh mungkin. Seperti sang anak yang berlayar melawan derasnya arus sungai. Aku ingin berlari sekencang angin yang menghembuskan butir butiran pasir digunung sahara. Aku benar benar ingin hilang…hilaaaaang dan hilaaaang.
Aku tak berharap seseorang akan mencariku, begitu juga kauuuu! Sang perobek hati yang sangat kejam. Tahukah engkau berapa dalam luka yang kau tancapkan dengan pisau mu itu? Seberapa sakit yang aku rasakan? Dan seberapa air mata yang keluar untuk kau? Aku yakin kau tak tau! Kau sang perobek yang handal, kau robek hatiku, kau sayat sayat, lalu kau berikan setitik sentuhan air asam. Apakah kau sudah gila? Aku tak habis pikir dengan apa yang kau lakukan. Begitu teganya kau merobek hatiku ini!

Pergilaaah…
Pergilaaaaaah sejauh mungkin…
Sejauh gurun yang merindukan sang hujaan…..        





                                                                                    Sepucuk surat dari malaikat kecilmu,  
Created by me
Tenggelam

Merenung…
Menyendiri…
Menjauuh…
Hanya itu yang ada dan terus berputar dalam benak ku ini. Sejuta kata yang ingin aku keluarkan tertahan dibibir kecilku ini. Entah apa yang akhir akhir ini menggerogoti pikiranku. Aku benar benar tenggelam. Tenggelam kedalam sebuah danau yang akupun tak tau dimana aku akan bermuara. Begitu juga kau bukan?
Satu tahun bukan lah sebentar, bukan perkara mudah,  bukan hal yang main main, dan aku pun tak ingin mempermainkannya. Satu tahun aku mencoba mendalami siapa kau sebenarnya. Aku mencoba menulusuri hatimu yang awalnya kosong , gelap, dan berdebu. Tapi... disana aku menemukan setitik cahaya terang untuk menemani setiap langkah kaki kecilku.
Aku memberanikan diri berjalan dan terus menelusuri hatimu dengan sedikit cahaya terang yang kau berikan kepadaku. Aku tak memikirkan benda benda tajam dan kecil yang akan merobek kakiku, aku tak memikirkan makhluk makluk asing yang akan ku temui, aku tak memikirkan ada sosok penghuni lama yang enggan berpulang kepangkuan orang lain.
            “aku ini adalah penghuni baru disini” gumamku.
Aku penghuni baru untuk hatimu yang telah lama tak disinggahi, aku penghuni yang setia menemani hari harimu, aku penghuni yang akan membuatmu merasa ada dan nyata. Dan aku adalah… aku adalah… sekeping hati yang selama ini kau cari.
Iya …aku adalah malaikat kecilmu. Malaikat yang selalu ingin kau jaga, malaikat yang selalu merindukan kasih sayangmu, malaikat yang setiap hari rindu akan pelukan hangatmu. Kini aku benar benar tenggelam dalam kasih sayangmu, kasih sayang yang mungkin tak pernah berujung.
                                                                                   

                                                                                    Sepucuk surat dari malaikat kecilmu,